Pengaruh Mencampur Bahan Bakar Terhadap Mesin Mobil

Menurut data dari Gaikindo, total kendaraan yang terjual selama Januari hingga Desember 2018 mencapai angka 1.151.291 unit. Penjualan sebesar ini, sudah tentu pasokan bahan bakar di SPBU juga harus selalu tersedia. Meskipun fakta di lapangan, banyak daerah di Indonesia yang terkadang mengalami kelangkaan bahan bakar kendaraan.

Untuk mengatasi kelangkaan ini, terkadang banyak pengendara yang akhirnya mau tidak mau mencampur bahan bakar kedalam kendaraannya. Mencampur bahan bakar disini biasanya dilakukan karena ingin merasakan performa yang lebih tinggi, atau karena memang benin yang diinginkan sedang mengalami stok tipis.

Pertanyaannya, apakah kegiatan ini dapat mempengaruhi tanki bensin dari sebuah kendaraan?

Kita ambil contoh, Honda Brio, memiliki perbandingan kompresi 10.5:1, ini berarti mobil tersebut cocok diisi oleh bensin dengan oktan 92 keatas, seperti Pertalite dan Pertamax.

Bagaimana jika Honda Brio tersebut malah diisi menggunakan Premium? Atau bahkan Premium dicampur Pertamax? Dilansir dari salah satu media, kebiasaan pengendara untuk mengisi bahan bakar tidak sesuai dengan kompresi dari pabrikan, akan mendatangkan efek yang buruk. Beberapa efek tersebut adalah:

  • Mengeluarkan uang yang lebih banyak
  • Mobil tidak akan memiliki performa yang baik
  • Oktan lebih tinggi membutuhkan suhu dan perhitungan yang lebih rumit agar bisa terbakar sempurna
  • Mesin akan bekerja diluar batas dan mengakibatkan performa menurun
  • Dampak paling berbahaya, mesin akan mengalami knocking down, dan akhirnya rusak total

Beberapa efek tersebut memang harus diperhatikan jika masih berniat untuk mencampur bahan bakar, misalnya Pertamax dengan Premium, dimana hal ini malah mendatangkan kerugian daripada keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *