Banyak yang belum tahu, ini perbedaan perusahaan konveksi, teksil, garmen

perbedaan tekstil garmen konveksi

Pernahkah Kamu mendengar istilah konveksi, garmen dan tekstil? Bisakah Kamu menjelaskan perbedaan dari ketiganya? Jika ditelaah lebih mendalam, ketiga istilah tersebut memiliki perbedaan yang sangat mendalan di mana tidak banyak orang yang mengetahuinya. Hal ini disebabkan oleh adanya batasan pengetahuan istilah yang dimiliki oleh orang tersebut, sehingga kebanyakan orang akan menganggap jika ketiga istilah tersebut berkaitan dengan perusahaan yang bergelut dengan pengolahan ataupun pembuatan kain.

Untuk memperjelas definisi dari ketiga istilah tersebut, berikut perbedaan yang perlu Kamu ketahui tentang konveksi, garmen dan juga tekstil.

 

Konveksi
Bidang usaha konveksi merupakan salah satu usaha yang digeluti oleh seseorang dengan jumlah pegawai yang sedikit. Selain itu, jumlah mesin yang digunakan untuk menjahit pakaian jumlahnya juga sangatlah terbatas, sebab usaha ini merupakan jenis usaha berskala kecil, dengan setiap harinya maksimal bisa menghasilkan setidaknya 500 potong pakaian.

Meskipun demikian, banyak pula konveksi yang mampu menghasilkan pakaian dengan jumlah beribu untuk sekali order. Sedangkan berbicara dari sisi kualitasnya, produk yang dihasilkan dari konveksi cenderung tidak menomersatukan SNI (Standard Nasional Indonesia).

Garmen
Berbeda dengan konveksi yang berskala kecil, untuk garmen pada dasarnya adalah perusahaan pakaian yang berskala besar dengan sistem administrasinya yang sangat tertata dengan baik. tidak mengherankan jika melalui pengelolaan usaha yang baik ini, kegiatan promosi bisa dilakukan dengan sangat mudah.

Terkait dengan sistem kerjanya, garmen menganut sistem kerja assembling atau pembagian, sehingga pengerjaan suatu produk akan dengan cepat bisa dilakukan. Untuk kualitas yang dihasilkan dari garment tentunya lebih baik jika dibandingkan dengan konveksi.

Tekstil
Tekstil merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam pembuatan kain yang bahan dasarnya adalah benang. Tentunya, hal ini dilakukan dengan memproses bahan baku benang yang berupa serat untuk kemudian melalui proses selanjutnya yang nantinya serat-serat tersebut akan menjadi benang yang istilahnya dikenal dengan sebutan spinning mill. Dari benang, maka akan melalui proses fabric mill atau yang lebih dikenal dengan sebutan proses pembuatan kain.

Ternyata, istilah konveksi, garment dan tekstil memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Bisa disimpulkan jika konveksi merupakan perusahaan pembuatan pakaian dengan skala kecil sedangkan garmen cenderung berskala besar untuk memproduksi pakaian. Berbeda dari garmen ataupun konveksi, teksitil cenderung berkutat dalam perihal pembuatan kain yang berasal dari benang. Itulah mengapa ketiga istilah tersebut sering menimbulkan kerancauan makna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *