Batas Waktu Mengendarai Mobil

Indonesia mulai memasuki musim bulan puasa, dimana pada
momen ini bengkel pasti sudah mulai ramai, terlebih pada minggu-minggu terakhir
bulan puasa. Karena banyak sekali keluarga yang memanfaatkan momen tersebut
untuk silaturahmi kerumah keluarga besar masing-masing. Kita mengenal ini
dengan nama “Mudik.” Kegiatan tahunan ini tentu saja harus dipersiapkan dengan
baik, mulai dari kesiapan fisik dan mental pengemudi, hingga kualitas mobil
yang perlu diperhatikan, karena tidak sedikit pula kecelakaan yang terjadi pada
momen tersebut.

Sebagai kendaraan yang paling banyak digunakan pada momen mudik, tentu saja pengemudi harus cukup beristirahat, tidak bisa memaksakan fisik. Terlebih mobil pun juga harus diistirahatkan, sebagai contoh Suzuki Karimun Wagon R. Karimun mungil ini setidaknya harus istirahat dua hingga empat jam. Kesempatan ini dapat digunakan oleh pengemudi dan penumpang untuk melakukan senam kecil, atau perenggangan badan.

Aturan mengenai istirahat sudah tertuang dalam Pasal 90 UU
No.22 2009. Pengemudi diperbolehkan mengemudi selama empat jam secara terus-menerus,
setelah itu istirahat 30 menit atau lebih. Mengapa hanya 4 jam? Berdasarkan penelitian
menyebutkan manusia akan mengalami microsleep
ketika berkendara lebih lama dari waktu yang ditentukan, sehingga resiko
kecelakaan akan lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *