Sejarah Daihatsu Indonesia

Ciri khas kendaraan yang didesain biasanya menunjukkan dari pabrikan mana dia berasal. Hal ini tidak hanya menjadi pembeda dari pabrikan lain, tetapi juga semacam identitas bagi si pabrikan tersebut, dan pada akhirnya pabrikan tersebut menjadi legenda. Inilah yang terjadi pada Daihatsu Indonesia, yang sekarang bernama Astra Daihatsu Motor.

ADM atau Astra Daihatsu Motor Indonesia berada di Indonesia sejak tahun 1978. Awalnya pabrikan ini bernama Daihatsu Motor Company yang bergabung dengan Astra International. Memiliki umur cukup tua, pabrikan ini telah menjual banyak mobil yang menjadi tulang punggung keluarga Indonesia. diantaranya adalah Zebra, Ceria, Charade, Taft, Feroza, Taruna, dan yang lainnya.

Untuk di era sekarang, Daihatsu lebih dikenal dengan produk MPV dan LCGC nya, seperti Daihatsu Xenia, Ayla, dan Sigra. Kendaraan tersebut mengedepankan kenyamanan serta kabin yang lebih luas tentunya.  

Mazda CX-30, Mobil Baru nan Rupawan

Geneva Motor Show 2019 menjadi tempat CX-30 dibuka tabirnya. Mobil buatan Mazda ini memiliki bentuk yang mirip dengan CX lain. Tidak hanya itu, ternyata mobil ini adalah penyempurnaan dari Mazda3.

Mobil dengan bentuk SUV ini rencanya akan dijual di pasar Eropa saja. Dengan mesin yang sudah menggunakan Skyactiv terbaru, bernama ‘Skyactiv-X Engine.’ Untuk penjualannya sendiri dikatakan akan mulai pada September 2019 lalu.

Perlu diketahui bahwa Mazda CX-30 hadir dengan desain yang sangat keren. Bodi depan memiliki wajah yang licin layaknya CX-6 terbaru, digabungkan dengan bentuk kompak dari CX-3, dan sisi belakang mengingatkan kita pada desain CX-6.

4 MPV Terbaik 2019, Nissan Livina Salah Satunya

Banyaknya jenis mobil di Indonesia membuat masyarakat bebas memiliki pilihan untuk membeli mobil mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Salah satu jenis mobil yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia adalah MPV, atau Multi Purpose Vehicle. Mobil jenis ini memiliki bentuk besar, sehingga kabin didalamnya pun juga luas untuk menampung setidaknya tujuh penumpang.

Lalu, apa saja mobil jenis MPV yang masih layak dibeli untuk tahun 2019 ini? Ada kurang lebih empat mobil yang tentunya masih layak dibeli tahun ini, terlebih beberapa diantaranya baru saja mendapatkan perubahan.

Pertama, Toyota Avanza. Mobil yang menjadi legenda di Indonesia ini baru saja mendapatkan penyegaran desain pada Januari lalu. Menjadi lebih futuristik karena memiliki lampu depan terpisah, layaknya Alphard. Dari sisi mesin, tidak mengalami perubahan.

Kedua, Daihatsu Xenia. Mobil kembar tak serupa dengan Avanza ini mendapatkan perubahan juga di sisi desain. Untuk mesin juga tidak ada perubahan.

Ketiga, Mitsubishi Xpander. Mobil dari pabrikan berlambang tiga berlian ini cukup sukses mengganggu kejayaan Avanza dan Xenia di awal kemunculannya. Menggunakan mesin yang lebih bertenaga, serta desain bodi yang tentunya lebih gagah.

Terakhir, All New Nissan Livina. Mobil yang diproduksi oleh Nissan Indonesia ini menggunakan sasis yang sama dengan Xpander, sehingga memiliki bodi lebih besar dan kabin lebih luas tentunya.

Keunggulan All New Nissan Livina

Jenis MPV atau Multi Purpose Vehicle di Indonesia memang sangat ramai. Banyak pabrikan yang memproduksi mobil ini, karena selain desain tidak segarang mobil sport, ongkos produksinya pun murah. Hal ini berdampak pada harga jual yang juga tidak terlalu tinggi.

Oleh karena itu, Nissan Indonesia mencoba memproduksi All New Nissan Livina, menjadikannya pesaing MPV lain, dengan modal fitur lebih bagus dan lebih baik.

Dari sisi desain, mobil terbaru ini hadir dengan desain bodi yang lebih lebar serta besar. Ini terjadi akibat penggunaan sasis dari Xpander, sehingga Livina yang dulunya memiliki desain layaknya mobil ceper, sekarang memiliki bodi besar.

Lalu bagian mesin, berkapasitas 1.500 cc, dengan dua tipe transmisi, otomatis 4 percepatan, dan manual 5 percepatan. Dapat menghasilkan daya 104 Ps pada 6.000 rpm, dan torsi 141 kg-m pada 4.000 rpm.

Harga yang dijual juga cukup relatif, mulai dari Rp 190 Jutaan, anda sudah bisa membeli mobil ini.

Yaris Diesel Sudah Tidak Dijual di Italia

Kabar mengejutkan datang dari Toyota Italia. Terhitung sejak 2018 lalu, pabrikan yang khas dengan mobil Avanza nya di Indonesia ini mulai berhenti menjual mobil dengan bahan bakar diesel karena jumlah penjualan menurun, sejalan dengan permintaan konsumen yang banyak beralih ke mobil Hybrid. Akan tetapi, Hilux dan Land Cruises tetap akan memiliki versi diesel untuk dijual.

Keputusan Toyota melakukan hal ini karena melihat penjualan mobil bahan bakar diesel mereka di tahun 2017 hanya mencapai 6% saja dari total penjualan keseluruhan. Tidak hanya itu, permintaan konsumen yang mulai berpindah ke Hybrid juga sejalan dengan keputusan Toyota yang sedang mengubah segmentasi pasar.

Mobil yang akhirnya ditahan penjualannya di Itali adalah Yaris Diesel, Auris Diesel, dan RAV4 Diesel. Bahkan Toyota pun memberikan kompensasi bagi para konsumen yang memiliki mobil Toyota Diesel, agar mau berpindah ke Toyota Hybrid.

Honda Civic 1.5L Turbo Mendapatkan Pembaharuan

Honda Civic 1.5L Turbo mendapatkan facelift pada Februari lalu. PT Honda Prospect Motor (HPM) memberikan tampilan yang lebih sporti dan elegan pada mobil ini. Desain baru di bagian Front Lower Bumper menciptakan aliran angin yang lebih aerodinamis, dilengkapi pula dengan LED Fog Light.

Mobil yang sudah menggunakan mesin Turbo ini tidak hanya mendapatkan perubahan di bagian eksterior. Tetapi juga interior. Terlihat dari desain bangku yang semakin elegan, dimana bangku tersebut, khususnya di bagian depan, sudah dilengkapi 4-way Front Passenger Power Seat Adjuster, menambah kenyamanan posisi duduk penumpang. Tidak hanya itu, Auto Dimming Rear View juga turut ditambahkan ke mobil ini.

Perlu diketahui bahwa New Honda Civic 1.5L ini dijual dalam lima warna, Lunar Silve Metallic, Modern Steel Metallic, Crystal Black Pearl, Platinum White Pearl, serta warna baru untuk menambah kegarangan dari All New Honda Civic ini, yaitu Rallye red. Dari segi harga, mobil ini dijual mulai dari Rp 507 Juta setiap unitnya.

Honda LCGC Memimpin Penjualan di Januari 2019

Honda Prospect Motor (HPM) boleh berbangga di awal tahun 2019, sebabnya Honda LCGC mereka, yaitu Brio Satya dan Brio RS, memimpin penjualan di Januari 2019 lalu. Mobil kecil ini masing-masing memimpin penjualan di segmennya.

Untuk All New Honda Brio Satya, mobil ini terjual sebanyak 4.798 unit, menguasai setidaknya 28% prospek pasar di segmen LCGC. Lalu All New Honda Brio RS, terjual sebanyak 1.699 unit, memimpin pasar City Car dengan persentase mencapai 87%. Hal ini memperlihatkan bahwa mobil produksi Honda masih menjadi favorit masyarakat Indonesia yang ingin memiliki mobil berukuran kecil, hemat, tetapi tetap memiliki tenaga untuk dibawa ngebut.

Tidak hanya LCGC saja, tetapi produk Honda terbaru banyak yang terjual melampaui target. Misalnya ada Jazz yang terjual sebanyak 1.423 unit, lalu HR-V 1.5L sebanyak 1.171 unit.

Pembaharuan Mitsubishi Outlander Sport

Tidak hanya mobil-mobil mewah saja yang menunjukkan taringnya di ajang Geneva Motor Show 2019, tetapi juga salah satu pabrikan Jepang yang sudah cukup tua juga turut berpartisipasi. Ialah Mitsubishi, pabrik yang memiliki lambang tiga berlian ini meluncurkan Mitsubishi ASX versi 2020. Mitsubishi ASX ini dikenal di Indonesia sebagai Mitsubishi Outlander Sport.

Mobil yang dijual sejak tahun 2012 di Indonesia ini mendapatkan perubahan bentuk bodi secara keseluruhan untuk menyambut tahun 2020. Akan tetapi, perubahan ini baru dilaksanakan untuk pasar Eropa saja.

Versi Eropa, Mitsubishi terbaru ini menggunakan mesin 2.0 L dengan konfigurasi empat silinder, tidak hanya itu, transmisinya memiliki dua tipe, lima percepatan manual atau CVT enam percepatan otomatis. Tergantung konsumen ingin membeli yang mana. Selain itu, sistem penggerak dua roda dan empat roda juga akan disediakan, sehingga konsumen memiliki banyak pilihan sebelum membeli versi ASX yang mana.

Dari segi interior, panel HUD lebih besar, lalu panel speedometernya pun lebih modern, berwarna biru terang. Bagian setir juga memiliki instrumen yang lengkap seperti radio.

Toyota Supra GT-4, Versi Racing dari Toyota Supra

Setelah kemarin sukses meluncurka Toyota Supra versi 2019, pabrikan Jepang ini kembali meluncurkan Supra terbarunya di Geneva Motor Show lalu. Akan tetapi, bukan facelift yang diluncurkan, tetapi Supra Racing Version.

Mobil yang memiliki nama resmi ‘Toyota Supra GT-4’ ini diluncurkan untuk keperluan tim balap. Dengan tinggi mobil yang lebih rendah, dan dimensi yang lebih panjang tentunya. Dari segi mesin, pihak terkait menyatakan bahwa mobil ini tidak mengalami perubahan, akan tetapi sektor ECU sudah diberikan suntikan data agar mobil tersebut lebih agresif di lintasan balap.

Perlu diketahui bahwa Toyota Supra terbaru meluncur di awal 2019, tepatnya pada ajang Detroit Motor Show 2019. Mobil yang diproduksi kembali setelah vakum lama dari lini produksi Toyota ini berbagi sasis dengan BMW Z4 terbaru, mirip dengan proyek bersama antara Toyota 86 dan Subaru BRZ.

Meskipun Supra terbaru ini berbagi sasis dan mesin bersama BWM Z4, akan tetapi keduanya memiliki desain yang cukup berbeda. Toyota memberikan nama ‘Condensed Extreme’ kepada Supra terbaru ini. Dinamai begitu karena mobil ini memiliki wheelbase yang pendek, sempit, jarak kaki yang lebar, serta ukuran ban yang besar. Sehingga desain ini menciptakan ‘Golden Ratio’, keseimbangan antara stabilitas dan kecepatan.

Honda E, Purwarupa Mobil Elektrik di Geneva Motor Show 2019

Geneva Motor Show 2019 menjadi salah satu ajang pameran kendaraan skala internasional yang menjadi tolak ukur dari masing-masing pabrikan kendaraan roda empat. Hal ini terlihat dari banyaknya produk mobil yang diluncurkan pada momen pameran ini. Tidak hanya peluncuran mobil saja, tetapi juga ajang pembuktian teknologi apa saja yang berhasil diciptakan oleh masing-masing pabrikan. Salah satunya adalah Honda yang meluncurkan mobil purwarupanya yang bernama Honda E.

Mobil mungil ini disebut-sebut akan menggunakan mesin elektrik yang dapat berjalan kurang lebih 125 mil, atau sekitar 201 km. Jarak tersebut bisa dilalui dengan menggunakan baterai tipe DC yang dapat dicas hingga 80% hanya dalam waktu 30 menit saja.

Akan tetapi, kemungkinan pasar Indonesia untuk mendapatkan mobil ini sangat tipis, karena rencananya hanya akan dijual pada pasar Eropa saja, seperti Prancis, Inggris, Jerman, dan Jepang tentunya.

Dari segi harga, mobil ini masih belum memiliki harga yang pasti, akan tetapi pihak Honda berjanji akan memberikan info secepatnya ketika sudah dekat tanggal peluncuran.

Batas Kecepatan Mobil

Kecepatan mobil yang tinggi tentunya harus dibarengi dengan peraturan yang kuat, agar pengendara tidak seenaknya untuk memacu mobil mereka

Permenhub PM 111 Tahun 2015 membuat beberapa klasifikasi batas kecepatan di jalanan Indonesia. Pembagian tersebut adalah sebagai berikut:

  • Paling rendah 60 km/h dan paling tinggi 100 km/h untuk Jalan Bebas Hambatan (Jalan Arteri Primer, Jalan Kolektor Primer)
  • Paling tinggi 80 km/h untuk Jalan Antarkota (Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten)
  • Paling tinggi 50 km/h untuk Kawasan Perkotaan
  • Paling tinggi 30 km/h untuk Kawasak Permukiman

Contoh kasus, pengemudi Suzuki Ignis mengemudikan mobil tersebut di kecepatan 50 km/h di komplek perumahan. Hal ini jika dilihat oleh pihak berwajib, maka langsung mendapatkan surat tilang, karena batas maksimalnya adalah 30 km/h saja.